Bisnis dengan segala macam bentuknya  terjadi dalam kehidupan kita setiap hari, sejak bangun pagi hingga tidur kembali.  Alarm jam weker yang membangunkan kita dini hari dengan  lantunan adzan  merdunya,  sajadah alas shalat kita, susu instan  yang “aku dan kau” minum,  mobil atau sepeda motor  yang mengantarkan kita ke kantor serta semua  kebutuhan rumah tangga kita, seluruhnya  adalah produk yang dihasilkan, didistribusikan, dan dijual oleh para  pelaku bisnis.  Uang yang dibelikan beragam produk tersebut juga mungkin diperoleh dari bekerja pada suatu bisnis. Contoh   di atas menunjukkan betapa luasnya  cakupan bisnis. Bila itu semua dicoba  diterjemahkan dalam sebuah pengertian yang komprehensif, maka pengertian yang dimaksud juga akan sangat beragam.

Dalam  kamus Bahasa Indonesia, bisnis diartikan sebagai usaha dagang, usaha komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha. Skinner (1992)  mendefinisikan bisnis sebagai pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat. Menurut Anoraga dan Soegiastuti (1996) bisnis memiliki makna dasar sebagai “the buying and selling of goods and services”. Sementara,  dalam pandangan Straub dan Attner (1994), bisnis tak lain adalah  suatu organisasi yang menjalankan aktivitas  produksi dan penjualan barang-barang dan jasa-jasa yang diinginkan oleh konsumen untuk memperoleh profit. Barang yang dimaksud adalah suatu produk yang secara fisik memiliki wujud (dapat diindera), sedangkan jasa adalah aktivitas-aktivitas yang memberi manfaat kepada  konsumen atau pelaku bisnis lainnya.

Dari semua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu organisasi/pelaku  bisnis akan melakukan aktivitas bisnis dalam bentuk: (1) memproduksi dan atau mendistribusikan barang dan/atau jasa, (2) mencari profit, dan (3) mencoba memuaskan keinginan konsumen. Apa yang dimaksud dengan barang dan jasa? Barang adalah suatu produk yang berwujud secara fisik. Artinya, ia dapat dilihat, diraba, dirasa dan/atau dicium.  Sedangkan jasa  merupakan aktivitas-aktivitas (termasuk gagasan) yang dinilai dapat memberi manfaat bagi konsumen atau bisnis lainnya. Barang dan jasa ini dihasilkan dari sejumlah input yang diperlukan.  Secara umum, terdapat empat jenis input  yang selalu digunakan oleh seluruh pelaku bisnis, yakni:

 

·     Sumberdaya manusia, yang sekaligus berperan sebagai operator dan pengendali organisasi bisnis.

·     Sumberdaya alam, termasuk tanah dengan segala yang dihasilkannya.

·     Modal, meliputi keseluruhan  alat dan perlengkapan, mesin serta bangunan dan tentu saja dana yang dipakai dalam  memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa.

·     Entrepreneurship yang terutama  mencakup aspek keterampilan dan keberanian untuk mengkombinasikan ketiga faktor produksi di atas untuk mewujudkan suatu bisnis dalam rangka menghasilkan barang dan jasa.

 

Dari pengertian tersebut di atas juga dapat difahami bahwa setiap organisasi bisnis (besar maupun kecil), baik yang memproduksi barang maupun jasa, akan melakukan  fungsi  dan aktivitas yang sama.  Setidaknya terdapat enam pokok aktivitas yang digarap oleh sebuah entitas bisnis, yaitu:

 

·     Menciptakan atau memproduk suatu barang atau jasa

·     Memasarkan produk  kepada konsumen

·     Membuat dan mempertanggungjawabkan  transaksi keuangan

·     Merekrut, mempekerjakan, melatih dan mengevaluasi karyawan

·     Memperoleh dan mengelola dana

·     Memproses informasi

 

 

 

Disamping itu, organisasi bisnis juga menjalankan fungsi-fungsi manajamen yang relatif sama, seperti:

·     Merencanakan tujuan bisnis, apa yang ingin dicapai

·     Mengorganisasi sumberdaya yang dimilikinya

·     Mempekerjakan orang untuk mengoperasikan bisnis

·     Membimbing para karyawan untuk menjalankan bisnis

·     Memantau  kemajuan yang dicapai